Imunisasi Difteri di TK Kristen Immanuel unit I

Anak adalah harta paling berharga yang dititipkan Tuhan untuk para orang tua, demikian pula untuk kesehatan anak-anak. Sebagai orang tua yang arif dan bijaksana kita haruslah memperhatikan dengan sungguh-sungguh kesehatan anak. Namun bukan hanya dengan menjaga kebersihan dan memberikan makanan yang sehat dan bergizi saja, tapi orang tua juga harus memberikan imunisasi untuk anak-anaknya karena imunisasi adalah salah satu hak anak, di mana pemberian imunisasi adalah cara untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya. Namun pemberian imunisasi ini masih mengalami pro dan kontra di kalangan orang tua.

Untuk ikut membentuk generasi bangsa yang sehat, kuat dan cerdas maka TK Kristen Immanuel bekerja sama dengan Puskesmas Purnama mengadakan layanan pemberian Imunisasi Difteri. Dimulai dengan mengadakan sosialisasi terlebih dahulu kepada orang tua murid tentang perlunya pemberian Imunisasi Difteri, yang kami laksanakan pada tanggal 29 Maret 2018. Adapun pelaksanaan pemberian Imunisasi Difteri ini sudah kami lakukan dua kali di mana tahap pertama kali dilakukan selama dua hari yaitu dari tanggal 5-6 April 2018.

Pada saat pemberian Imunisasi Difteri tahap pertama kami banyak menghadapi orang tua yang menolak karena berbagai alasan dan orang tua yang menolak itu hampir semua tidak hadir pada saat sosialisasi difteri. Namun pada saat pelaksanaan orang tua yang menolak banyak berubah pikiran karena mereka menyaksikan bagaimana cara petugas medis melakukan pemberian imunisasi ke anak, rupanya banyak kekhawatiran orang tua yang mengira imunisasi yang dilakukan dari Puskesmas kurang higienis, satu jarum suntik dipakai untuk beberapa anak, tapi ada juga yang tetap menolak karena memang orang tuanya tidak mau dan ada yang sudah imunisasi di puskesmas lain atau ke dokter. Untuk orang tua yang menolak anaknya diberi imunisasi harus mengisi surat pernyataan dari puskesmas yang dibubuhi materai.

Banyak peristiwa yang menarik kami alami pada saat pelaksanaan imunisasi difteri. Dimulai dari pukul 08.20 petugasnya ada empat orang, dua orang petugas mencatat data anak dan ukur suhu tubuh, satu petugas menyiapkan vaksin dan satu petugas menyuntikkan vaksin.

Hari pertama dimulai dari kelas kecil yaitu anak kelompok Nursery, KB dan A. kelas pertama dimulai dari A1, anak-anak berbaris rapi mereka dipisahkan dengan usia empat dan lima tahun. Sebagian besar anak-anak masih belum tahu bahwa mereka akan disuntik. Mereka kelihatan senang sekali sewaktu diukur suhu tubuhnya, tapi begitu mulai ada yang disuntik mereka langsung kelihatan tegang, ada yang langsung menjerit tangis bahkan sampai memberontak tidak mau disuntik sehingga orang tua dan guru harus bekerja keras bersama-sama menangani anak, ada guru yang memangku anak, yang satunya memegang kaki anak dan yang lainnya memegang tangan anak.

Walaupun demikian, kami guru tidak merasakan kelelahan, justru banyak hal lucu yang kami temukan di mana pada saat giliran suntik ada anak yang melarikan diri, minta difoto dulu, ada yang minta permen, minta dipeluk guru dan orang tuanya. Bahkan ada yang mama yang ikut-ikutan menangis begitu melihat anaknya menangis saat disuntik. Tapi banyak juga anak-anak yang tidak menangis, mereka hanya meringis kecil saja setelah itu mereka dengan bangga menunjukkan hasil suntikannya kepada orang tua mereka. Kelas yang paling hebat adalah A4 tidak ada satu pun anak-anaknya yang menangis, mereka dengan tertib dan berani sewaktu disuntik. Ada beberapa kelas di mana guru-guru mempersiapkan hadiah berupa stiker atau Yupi untuk anak-anak yang sudah berani disuntik.

Semua orang tua mengabadikan saat anak mereka disuntik lewat HP masing-masing. Anak-anak yang telah disuntik langsung diperkenankan pulang dengan didampingi orang tua atau walinya. Hari kedua diperuntukkan anak kelompok B, tidak jauh berbeda dengan keadaan di hari pertama, namun kelas B8 hampir semua anaknya menangis saat disuntik. Pada tahap kedua dilaksanakan dua hari juga pada tanggal 14 dan 15 Mei 2018 namun petugasnya berkurang hanya tiga orang saja.

Anak-anak sudah mulai mengerti apa yang dilakukan terhadap mereka dan para orang tua juga sudah mempersiapkan dan menjanjikan sesuatu untuk anak-anak mereka sehingga banyak anak-anak yang waktu suntikan pertama menangis, sedangkan pada saat yang kedua mereka tidak menangis walaupun kami melihat masih ada ketegangan di wajah mereka, tapi masih ada juga yang menangis. Untuk hari kedua tetap dilanjutkan kelompok B namun kali ini berhubung sekolah libur dalam rangka menghormati umat muslim puasa, maka anak-anak kelompok B tetap diminta datang semua. Yang bertugas menangani anak adalah orang kantor dibantu Laoshi Widya. Ada yang membagi kartu, membantu menulis suhu tubuh anak, memanggil anak satu persatu dan memegang anak saat disuntik.

Ada beberapa anak yang tidak hadir karena sakit dan kami meminta guru menyampaikan orang tua mereka untuk membawa anak-anaknya suntik di Puskesmas Purnama. Kegiatan imunisasi tahap kedua dimulai pukul 08.30 dan selesai sampai pukul 11.00. untuk pemberian suntikan tahap tiga diperkirakan bulan November. Walaupun kegiatan ini agak melelahkan dan memerlukan kesabaran dalam menghadapi anak-anak tapi kami senang karena kegiatan pemberian Imunisasi Difteri di TK Kristen Immanuel tahap 1 dan 2 berjalan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *