Investasi Keluarga

Happy Family

Bagaimana respons Anda ketika melihat iklan investasi? Bagi yang berminat maka akan terus mempelajarinya dan bersemangat untuk bergabung. Investasi saat ini memang menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar di masa mendatang dengan menanamkan dana atau benda.

Namun ada investasi mudah yang dapat memberikan keuntungan sangat besar yang sering diabaikan, yaitu dengan MENGINVESTASIKAN KELUARGA. Sadarkah Anda bahwa diri Anda menjadi ‘penanam modal’ bagi keluarga Anda nantinya? Rumah tangga Anda saat ini adalah pusat pengajaran bagi anak untuk menjadi orang tua dan membentuk keluarga selanjutnya.

Menurut Julianto Simanjuntak dalam bukunya Banyak Cocok Sedikit Cekcok (2012), ada enam hal warisan utama yang akan diberikan orang tua kepada anak, yaitu:

1. Fisik

Meliputi wajah orang tua yaitu mirip ayah atau ibu. Sebagian lainnya mewarisi penyakit yang berpotensi menurun secara genetik seperti kanker atau diabetes. Sudahkah Anda menjaga gaya hidup demi kesehatan anak Anda berikutnya?

2. Emosi

Jika dibesarkan oleh ibu yang mudah stres atau cemas, maka anak memiliki kecenderungan mudah stres ketika menghadapi tekanan. Sebaliknya jika orang tua dapat mengendalikan emosinya, maka anak belajar untuk mengekspresikan emosi secara tepat.

3. Spiritual

Orang tua yang dididik dan dibesarkan dalam keluarga yang saleh, maka relatif anak-anaknya akan terbiasa melibatkan Tuhan di kehidupan sehari-harinya.

4. Aturan

Dalam setiap keluarga, ada kesepakatan tak tertulis yang menjadi aturan keluarga. Misalnya ada kesepakatan untuk tidak membicarakan kejelekan anggota keluarga karena dianggap aib. Orang tua yang tidak mengajarkan atau tidak menerapkan aturan dapat membuat anak bersikap sesukanya, misalnya anak terbiasa pergi tanpa berpamitan atau terbiasa memotong pembicaraan orang lain.

5. Peranan

Umumnya anak sulung di rumah yang berperan sebagai pengganti ayah bersikap bertanggung jawab terhadap keluarga. Kondisi tersebut kemudian berdampak dalam kehidupan sehari-hari seperti menjadi dominan dalam lingkungan kerjanya. Hal itu disebabkan karena ia terbiasa ingin memimpin karena tidak betah melihat orang lain bekerja berlambat lambat. Peran ini berkaitan juga dengan sikap bertanggung jawab yang dibiasakan di rumah. Bagaimanakah peran dan tanggung jawab yang diajarkan di keluarga Anda?

6. Pola Relasi

Jika hubungan di antara orang tua baik, hangat, dan romantis, maka gaya tersebut akan menjadi kebiasaan pada anaknya. Sebaliknya, jika dibesarkan orang tua yang terbiasa mengungkapkan kasih sayang dengan pemberian uang atau barang (bukan ucapan), maka anak akan melakukan hal yang sama dengan orang lain.

Teori ekologi yang dikembangkan oleh Urie Bronfenbrenner menekankan bahwa keluarga merupakan sistem lingkungan utama yang mempengaruhi individu. Tentunya tidak ada orang tua yang sempurna. Orang tua semasa hidupnya wajib memberikan pengasuhan yang baik dan tepat kepada anaknya. Selanjutnya jika orang tua sudah tidak ada, anak hendaknya dapat belajar memperbaiki diri tanpa menyalahkan orang tuanya.

Bahan Refleksi

  • Apakah Anda sudah menginvestasikan enam hal di atas dengan tepat?
  • Apakah Anda yakin bahwa anak-anak Anda mendapatkan warisan yang baik di masa depannya?
  • Apa tindakan yang akan Anda lakukan sebagai ‘penanam modal’ bagi anak-anak Anda?

Verty Sari Pusparini, M.Psi.
Koordinator Konseling
Yayasan Gereja Protestan Kampung Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *