Kegiatan TK IMMANUEL Mengunjungi Museum

“Siapa yang tahu hari ini kita mau ke mana?” “Museum, Bu guru” jawab anak-anak dengan semangat. Anak-anak kelompok A hari ini sangat bersemangat karena mereka akan pergi mengunjungi Museum. Kali ini anak-anak akan belajar mengenal benda-benda peninggalan bersejarah, berkaitan dengan tema pembelajaran yaitu “Tanah Airku”. Pada hari Selasa, 21 Mei 2019 kegiatan dimulai dari kelompok A1, A4 dan A6, selanjutnya akan dilanjutkan pada hari Selasa depannya tanggal 28 Mei 2019 , kelompok A2, A3, A5. Guru kelas memulai dengan mengecek kehadiran murid. Setelah siap, pukul 07.45 anak-anak berangkat bersama dengan beberapa orang tua yang ikut mengantar ke Museum.

Kurang lebih 10 menit perjalanan, kami pun sampai di Museum yang berlokasi di Jalan A. Yani Pontianak. Anak-anak kelihatan senang dan bersemangat. Mereka turun dari mobil dan langsung berbaris bersama kelas masing-masing. Semua anak-anak berbaris tepat di depan pintu masuk Museum. Sebelum masuk ke Museum, seorang Ibu pemandu menyambut anak-anak dan memberi sedikit arahan dan penjelasan kepada anak-anak bahwa saat di dalam Museum nanti anak-anak harus tertib dan tidak diperbolehkan memegang benda-benda yang dipajang di dalam Museum. Anak-anak juga akan dipandu oleh beberapa Kakak-kakak yang sedang bertugas magang di Museum ini.

Keseruan pun dimulai, anak-anak masuk satu per satu sesuai dengan kelasnya masing-masing. Setiap kelas diawasi guru kelas dan diikuti oleh orangtua yang juga turut serta masuk untuk menemani dan mengawasi anak-anak. Museum Pontianak ini terdapat 2 lantai. Di Lantai pertama anak-anak dikenalkan dengan benda-benda peninggalan seperti batu, manusia purba, tempat tinggal atau rumah adat Suku Dayak zaman dahulu yaitu rumah Sandung. Ada juga macam-macam perhiasan peninggalan Suku Dayak seperti anting, kalung yang disebut Agip, baju peninggalan Sultan dan juga terdapat replica Arca Budha.

Setelah selesai mengunjungi lantai 1, kami diajak naik ke lantai 2. Di lantai 2 kami bisa melihat peninggalan peralatan kematian dan peralatan sunatan Suku Dayak. Kami juga melihat peninggalan peralatan rumah tangga Suku Dayak. Anak-anak sangat antusia ketika melihat dapur peninggalan Suku Dayak karena di dapur ini terdapat rak tempat piring yang terbuat dari kayu, ada juga tempayan yang diletakkan dekat perapian tempat untuk memasak yang menggunakan tungku api sebagai bahan bakarnya. Seorang anak bernama “Ziva” kelompok A1 tiba-tiba bertanya kepada Bu Guru. “Bu Guru! Kok tidak ada gasnya?”, mendengar itu Bu Guru langsung tertawa dan segera menjelaskan “Iya, Ziva, karena zaman dahulu belum ada gas, Nak, yang ada hanya kayu.” Kami juga melihat Rumah Melayu yang kursi dan mejanya terbuat dari kayu. Terdapat juga alat dan hasil tenun Suku Dayak dan Suku Melayu yaitu Kain Songket.

Kami juga melihat alat musik Tionghua dan kami berfoto di depan barongsai yang serba berwarna merah. Kami juga mengambil foto di rumah Melayu yang terdapat patung pasangan pengantin lengkap dengan kostum Suku Melayu.

Hampir semua tempat sudah kami kunjungi, anak-anak tampak senang bisa berkunjung ke Museum Pontianak ini. Tepat pukul 09:30 anak-anak bersama dengan guru dan orangtua yang mengantar akan kembali ke sekolah.

 

Penulis: Adriana, S.Pd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *